Maba, IR- Konflik lahan antara masyarakat Desa Subaim dengan perusahaan tambang PT Alam Raya Abadi (ARA) hingga kini belum menemukan titik terang. DPRD Kabupaten Halmahera Timur menilai persoalan tersebut harus segera dimediasi agar tidak terus berlarut-larut.
Ketua DPRD Haltim, Idrus E Maneke mengatakan, pihaknya akan meminta pemerintah daerah segera memanggil manajemen PT ARA untuk duduk bersama dengan semua pihak yang terlibat.
Menurutnya, pertemuan tersebut harus melibatkan Pemda Haltim, DPRD, masyarakat serta pemerintah desa guna memperjelas status lahan yang menjadi sumber konflik.
“Kami akan sampaikan kepada pemerintah daerah agar memanggil PT ARA untuk duduk bersama dengan Pemda Haltim, DPRD, masyarakat dan pemerintah desa,” ujar Idrus, Minggu (8/2/2026).
Ia menegaskan penyelesaian konflik harus mengedepankan dialog dan tidak boleh ada tindakan represif terhadap masyarakat yang memperjuangkan hak atas tanah mereka.
“PT ARA tidak boleh mengambil langkah represif atau menggunakan kekerasan untuk menghalau masyarakat pemilik lahan yang menuntut haknya,” tegasnya.
Idrus mengaku hingga saat ini DPRD sendiri belum mendapatkan penjelasan secara utuh mengenai akar persoalan konflik tersebut.
Namun dari berbagai kasus yang terjadi di wilayah pertambangan, persoalan lahan sering menjadi pemicu utama konflik antara perusahaan dan masyarakat.
“Secara hukum kami juga belum mendapat penjelasan yang tuntas persoalannya di mana. Tetapi rata-rata kasus yang sering terjadi memang persoalan lahan,” katanya.
Karena itu DPRD akan meminta Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur untuk memfasilitasi mediasi guna memperjelas status lahan yang dipersoalkan masyarakat.
Jika terbukti lahan tersebut merupakan milik warga dan telah digunakan oleh perusahaan, maka perusahaan wajib menyelesaikan hak masyarakat.
“Kalau benar lahan itu milik warga dan sudah dibuka atau digunakan perusahaan, maka harus dibayar,” tandas Idrus.
DPRD berharap konflik tersebut tidak dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi memicu ketegangan sosial di tengah masyarakat. (Ian)







