Insentif Mandek Dua Bulan, Dokter RSUD Maba Ancam Mogok

Halmahera Timur634 Dilihat

Maba, IR– Insentif dokter spesialis dan dokter umum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maba, Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), belum juga dibayarkan selama dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat para dokter mengancam akan menghentikan pelayanan jika tidak segera ada kejelasan.

Salah satu dokter spesialis yang enggan namanya dipublikasikan mengungkapkan, insentif sejak Januari hingga Februari 2026 belum diterima hingga memasuki Maret.

Menurutnya, pada awal Februari lalu Direktur RSUD Maba, dr Calice Jackiline, sempat menyampaikan bahwa dokumen pencairan insentif sudah ditandatangani dan sedang diproses di Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

“Namun sampai sekarang belum ada informasi lanjutan soal kapan insentif itu dibayarkan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (9/3/2026).

Ia mengatakan, keterlambatan pembayaran ini menjadi perhatian para dokter, apalagi saat ini sudah memasuki bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, sehingga kebutuhan tentu semakin meningkat.

“Saya mewakili teman-teman dokter spesialis maupun dokter umum yang haknya belum dipenuhi selama dua bulan ini,” katanya.

Menurut dia, hingga saat ini pihak dokter juga belum mendapat penjelasan resmi dari manajemen rumah sakit terkait penyebab belum dicairkannya insentif tersebut.

“Yang kami pertanyakan sebenarnya apa kendalanya sehingga insentif Januari dan Februari belum juga dibayarkan,” tegasnya.

Ia menegaskan, pertanyaan yang disampaikan para dokter bukan untuk menjatuhkan pihak tertentu, melainkan sebagai bentuk dorongan agar sistem pengelolaan di rumah sakit bisa diperbaiki ke depan.

“Niat kami bukan untuk menjatuhkan siapa pun, tapi agar sistem di rumah sakit bisa diperbaiki sehingga pelayanan ke depan lebih baik,” ujarnya.

Menurutnya, para dokter selalu dituntut memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun di sisi lain persoalan manajemen internal rumah sakit juga perlu mendapat perhatian.

“Yang perlu dibenahi sebenarnya adalah internal rumah sakit,” tambahnya.

Ia menegaskan, jika hingga pertengahan Maret belum ada kejelasan terkait pembayaran insentif, para dokter kemungkinan akan mengambil langkah tegas.

“Kalau sampai pertengahan Maret belum ada kejelasan, mohon maaf kami sebagai tim dokter akan mogok pelayanan. Ini sebagai pelajaran bersama agar pemerintah daerah lebih memperhatikan dokter yang bertugas di Haltim,” tandasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Maba, dr Calice Jackiline, saat dikonfirmasi menyatakan bahwa proses pencairan insentif dokter saat ini masih berlangsung di BPKAD.

“Insya Allah urusannya lancar,” singkatnya.(Ian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *