Maba,IR- Proyek normalisasi kali di Desa Yawal, Kecamatan Wasile Selatan, Halmahera Timur menuai sorotan. Pasalnya, pekerjaan yang menelan anggaran lebih dari Rp800 juta itu diduga belum rampung 100 persen, meski waktu pelaksanaan telah berjalan cukup lama.
Proyek yang bersumber dari APBD Perubahan 2025 tersebut bertujuan memperbaiki tanggul bentangan sungai guna mengantisipasi ancaman banjir di wilayah pemukiman warga. Namun, hingga April 2026, pekerjaan fisik di lapangan belum sepenuhnya selesai sesuai harapan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, proyek ini dikerjakan oleh CV Jaya Makmur Star sebagai rekanan pemenang tender. Perusahaan tersebut beralamat di Desa Soagimalaha, Kota Maba.
Proyek yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Halmahera Timur ini memiliki Nomor Kontrak 600/01 SP.SDA-NORM.YWL/APBD-P/DPERKIM-HT/XI-2025. Namun, di lapangan ditemukan sejumlah persoalan, di antaranya volume pekerjaan yang diduga belum mencapai target sekitar 200 meter.
Padahal, pekerjaan tersebut telah dimulai sejak 4 Oktober 2025. Hingga kini, progresnya dinilai belum menunjukkan penyelesaian maksimal.

Kepala Desa Yawal, Ferdinal, mendesak pihak kontraktor segera menuntaskan sisa pekerjaan yang terbengkalai. Ia menegaskan, proyek tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena berkaitan langsung dengan potensi ancaman banjir dari hulu sungai.
“Luapan air dari hulu sangat berisiko bagi pemukiman warga jika proyek ini tidak diselesaikan sesuai kontrak,” ujar Ferdinal saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp, Kamis (9/4) kemarin.
Ferdinal menduga keterlambatan pekerjaan berkaitan dengan masalah pencairan anggaran. Ia menyebut, sebagian material batu yang telah digunakan bahkan belum dibayarkan oleh pihak kontraktor.
“Jika material yang sudah diambil belum dibayar, maka masyarakat sebagai penyedia tidak akan lagi memberikan material kepada kontraktor,” katanya.
Menurutnya, proyek normalisasi kali ini merupakan kebutuhan mendesak bagi warga Desa Yawal. Kehadiran bronjong dengan susunan batu diharapkan mampu menahan luapan air saat curah hujan tinggi, sehingga risiko banjir dapat diminimalisir.
“Kalau proyek ini tidak segera diselesaikan, saat hujan deras dan terjadi banjir, rumah warga di sekitar kali akan tergenang hingga ke jalan lintas Halmahera. Kami minta segera diselesaikan,” tegasnya.
Sementara itu, pihak CV Jaya Makmur Star hingga berita ini dipublikasikan belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi yang dilakukan belum mendapat tanggapan.(*)








