Kapal Kontainer Terbatas, Ekspor Tuna Morotai Tersendat

Morotai76 Dilihat

Morotai, IR— Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mengakui keterbatasan armada kapal kontainer masih menjadi kendala utama dalam distribusi ikan tuna ke luar daerah hingga ekspor.

Kepala Bidang Penangkapan dan Pengawasan DKP Morotai, Muksin Hi Umar, mengungkapkan saat ini hanya terdapat dua kapal kontainer yang melayani pengangkutan hasil perikanan, yakni Temas dan Tol Laut. Jumlah tersebut dinilai belum mampu mengakomodasi tingginya produksi tuna di daerah tersebut.

“Kalau di Morotai, kendala utama ada di kapal. Saat ini baru ada dua, Temas dan Tol Laut. Ini masih kurang dan jadi hambatan bagi torang,” ujar Muksin, Kamis (23/4).

Akibat keterbatasan tersebut, sejumlah perusahaan pembeli ikan terpaksa mengalihkan pengiriman melalui Tobelo, Halmahera Utara, sebelum didistribusikan ke Pulau Jawa.

“Kalau ada penambahan kapal, tentu lebih baik karena bisa berdampak langsung pada peningkatan PAD,” katanya.

Tak hanya itu, DKP juga menyoroti lemahnya pengawasan di sektor pelabuhan. Kondisi ini menyebabkan distribusi ikan di pasar lokal kerap tidak terdata secara maksimal, sehingga berpotensi merugikan daerah.

“Untuk penjualan lokal sebenarnya tidak ada masalah, hanya pengawasannya yang perlu diperketat. Distribusi lokal paling banyak ke Ternate dan Bitung, sementara ekspor ke Filipina, Thailand, dan Vietnam,” jelasnya.

Berdasarkan data DKP Morotai, capaian ekspor frozen yellowfin tuna loin pada triwulan pertama 2026 mencapai 105,840 ton. Angka ini menunjukkan potensi besar sektor perikanan, namun masih terkendala pada akses distribusi laut.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *