Maba, IR—Pencemaran lingkungan yang terjadi di Kali Kukuba, Desa Buli Asal, Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, mendapat perhatian serius dari DPRD Haltim. Kondisi air sungai yang semakin keruh hingga berdampak ke pesisir pantai membuat masyarakat mulai resah.
Sorotan itu disampaikan anggota DPRD Haltim, Kriston Batawi. Selain sebagai anggota Komisi III DPRD Haltim, Kriston juga mengaku terpanggil sebagai generasi muda asal Buli untuk ikut menyuarakan persoalan lingkungan yang kini terjadi di kampung halamannya.

Menurutnya, kondisi pencemaran di Air Kukuba saat ini sudah semakin parah dan tidak bisa lagi dianggap biasa. Ia menilai pencemaran tersebut diduga akibat lemahnya pengawasan lingkungan oleh pihak perusahaan.
“Ini bukan masalah kecil. Kami sebagai generasi muda di Buli merasa prihatin melihat kondisi lingkungan yang semakin rusak dari hari ke hari,” kata Kriston, Jumat (8/5/26).
Politisi Partai Garuda itu menyebut PT FHT belum maksimal melakukan langkah pencegahan sehingga dampaknya mulai dirasakan masyarakat di Desa Buli Asal maupun Wayafli. Material tanah merah diduga ikut terbawa hingga ke aliran sungai dan pesisir pantai.

Bahkan, lanjut dia, di beberapa titik kawasan pantai Buli Asal kini dipenuhi lumpur merah yang menggenang. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat merusak ekosistem laut dan mengganggu aktivitas masyarakat pesisir yang bergantung pada hasil laut.
“Dampaknya sudah sampai ke laut. Pesisir pantai ikut tercemar dan ini sangat memprihatinkan. Kalau terus dibiarkan, tentu akan merusak lingkungan dan mengganggu kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai wakil rakyat dari daerah lingkar tambang, Kriston mendesak PT FHT segera mengambil langkah cepat untuk melakukan penanganan dan pemulihan lingkungan. Ia meminta perusahaan tidak hanya fokus pada aktivitas produksi, tetapi juga serius menjaga kondisi lingkungan di sekitar wilayah operasional.
“Perusahaan harus segera mencari solusi dan melakukan perbaikan. Jangan sampai masyarakat terus menjadi korban akibat kerusakan lingkungan yang terjadi,” tegasnya.
Ia juga meminta pemerintah daerah serta instansi terkait segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas perusahaan. Menurutnya, persoalan pencemaran di Air Kukuba harus segera ditangani sebelum kerusakan lingkungan semakin meluas.
“PT FHT harus bertanggung jawab atas pencemaran yang terjadi di Kali Kukuba. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tandasnya.(Ian)








